
TikTok, platform video populer milik ByteDance, kini menjadi sorotan regulasi di berbagai wilayah karena sejumlah pelanggaran data dan persaingan usaha. Indonesia dan Uni Eropa (EU) masing-masing telah menjatuhkan denda besar terhadap platform ini. Dari kasus ini kita bisa belajar bahwa dalam banyak hal—termasuk bangunan—elemen keamanan dan kepatuhan terhadap standar sangat krusial. Berikut pembahasannya:
Meski konteksnya berbeda (digital vs fisik), ada analogi yang menarik antara kebutuhan regulasi dan perlindungan data di TikTok dengan kebutuhan standar keamanan dan proteksi pada bangunan:
Transparansi & kejelasan material dan konstruksi agar penghuninya tahu apa yang mereka gunakan dan bagaimana keamanan bangunan.
Dalam kaitannya dengan perlindungan fisik dan ketahanan bangunan (terutama fasilitas publik atau area rawan risiko), atap UPVC seperti Roofmaxx’s memiliki beberapa keunggulan:
Jika peraturan data di digital dipatuhi agar tidak menimbulkan kerugian besar, maka standar material bangunan juga harus ditegakkan agar keamanan dan kenyamanan fisik penghuninya terjamin.
Kasus denda terhadap TikTok di Eropa dan Indonesia mengingatkan kita bahwa baik dalam domain digital atau fisik, kepatuhan terhadap regulasi, keamanan, dan transparansi adalah hal yang tidak bisa dianggap enteng. Untuk sektor bangunan, penggunaan material berkualitas seperti atap UPVC Roofmaxx’s adalah salah satu langkah konkret untuk memastikan bangunan tahan terhadap risiko eksternal dan memberikan perlindungan optimal bagi penghuninya.
WhatsApp us