
Wonosobo, sebuah kota di kaki Gunung Sindoro, baru-baru ini menjadi sorotan publik berkat sebuah karya seni yang mengejutkan—patung biawak yang tampak begitu realistis sehingga banyak orang mengira itu adalah biawak asli. Patung ini bukan hanya mencuri perhatian karena keindahan dan keunikannya, tetapi juga karena anggaran pembuatannya yang terbilang hemat—hanya Rp50 juta. Hal ini menjadi perbandingan menarik dengan patung-patung besar lainnya yang menelan biaya miliaran rupiah.
Baca juga:
ROOFMAXX’s Atap UPVC: Solusi Untuk Rumah dan Bangunan Minmaxx
Dengan anggaran hanya Rp50 juta, patung ini langsung menjadi ikon baru kota. Dibuat dengan detail luar biasa, mulai dari tekstur sisik sampai ekspresi wajahnya, banyak yang terkesima, bahkan ketakutan! Tapi di balik viralnya patung tersebut, ada satu pesan kuat: seni dan inovasi bisa hadir dari mana saja—asal punya visi.
Wonosobo terkenal dingin, tapi saat panas menyengat datang, suhu bisa bikin kepala mendidih. Rumah-rumah pun harus tahan banting menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Nah, di sinilah UPVC Roofmaxx’s masuk sebagai game-changer.

Di tengah hiruk-pikuk patung biawak yang fotonya wara-wiri di medsos, banyak warga lupa bahwa kenyamanan rumah lebih penting dari sekadar konten viral. UPVC Roofmaxx’s hadir sebagai solusi atap masa kini: tahan panas, tahan bocor, tahan lama.
Lucunya, patung biawak yang realistis itu jadi simbol bahwa detail dan material itu penting. Sama seperti atap—kalau asal pilih, bisa bikin rumah sumpek, bocor, bahkan rusak. Tapi kalau pakai atap UPVC Roofmaxx’s, rumahmu bukan cuma teduh, tapi juga tampil gaya.
Bayangin, punya rumah sejuk pakai Roofmaxx’s, terus pas keluar halaman… patung biawak realistis menyambut. Keren banget nggak sih?
Patung biawak boleh viral karena realisme dan seni. Tapi atap UPVC Roofmaxx’s viral karena bikin hidup lebih nyaman. Kalau patung itu bikin orang berhenti dan takjub, Roofmaxx’s bikin orang betah tinggal di rumah.
Karena di era sekarang, estetika itu penting—tapi kenyamanan tetap juaranya.
WhatsApp us